Semakin banyak perusahaan yang mengadopsi Composable Commerce , sebuah pendekatan yang menawarkan fleksibilitas dan personalisasi dalam e-commerce . Menurut Gartner, tren ini telah menjadi salah satu transformasi paling signifikan dalam perdagangan digital, memungkinkan bisnis untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar dan harapan konsumen. Perusahaan seperti Nike dan IKEA sudah menuai manfaat dari model ini, menunjukkan efektivitasnya dalam menciptakan pengalaman belanja yang personal dan terukur.
Dengan cara ini, Composable Commerce memungkinkan perusahaan untuk menyusun e-commerce menggunakan komponen terbaik yang tersedia, sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka. Perspektif modular ini memfasilitasi personalisasi perjalanan pelanggan, mengintegrasikan teknologi dan layanan yang memberikan pengalaman belanja yang unik. Misalnya, menurut Survei Perencanaan Anggaran Forrester 2024, arsitektur Composable Commerce dapat secara signifikan mengurangi Total Cost of Ownership (TCO) hingga 4 kali lipat dibandingkan dengan sistem monolitik. Hal ini disebabkan oleh sifat modular dari Composable Commerce, yang mengurangi kebutuhan akan pengembangan dan pemeliharaan yang ekstensif, sehingga menghasilkan penghematan yang substansial dan efisiensi operasional yang lebih besar.
Penting untuk dicatat bahwa teknologi ini terus berkembang, memungkinkan perusahaan untuk mengintegrasikan fungsionalitas baru dengan cepat. Alat-alat seperti microservices, API, dan headless Arsitektur headless , misalnya, memungkinkan antarmuka pengguna ( frontend ) dikembangkan secara independen, sehingga memudahkan pembaruan dan penyesuaian tanpa memengaruhi sistem utama ( backend) .
Bisnis yang mengadopsi Composable Commerce dapat memanfaatkan teknologi baru dan beradaptasi lebih cepat terhadap dinamika pasar dan preferensi target audiens, yang sangat penting untuk mempertahankan daya saing.
Tantangan dan peluang di pasar Brasil
Meskipun menawarkan banyak manfaat, Composable Commerce juga menghadirkan tantangan, terutama bagi usaha kecil dan menengah. Mengelola banyak pemasok dan mengintegrasikan berbagai komponen dapat menjadi kompleks dan membutuhkan sumber daya yang lebih besar. Namun, dengan strategi yang direncanakan dengan baik, hambatan ini dapat diatasi dan peluang untuk pertumbuhan dan inovasi dapat diraih.
Selain itu, penerapan teknologi ini dapat berkontribusi pada keberlanjutan bisnis. Dengan memungkinkan perusahaan untuk memilih komponen spesifik sesuai kebutuhan, hal ini menghindari pemborosan sumber daya dan mengoptimalkan efisiensi operasional.
Ya, pada tahun 2024, Composable Commerce menonjol sebagai tren penting bagi perusahaan yang ingin beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar dan menawarkan pengalaman yang dipersonalisasi kepada pelanggan mereka. Mengadopsi pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk lebih gesit, inovatif, dan responsif terhadap tuntutan pasar, memposisikan diri secara kompetitif dan strategis dalam lingkungan bisnis yang terus berkembang.

