Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap SEO (Search Engine Optimization) telah menyaksikan evolusi penting, yang didorong oleh kemajuan kecerdasan buatan (AI). Seiring algoritma yang kompleks dan pembelajaran mesin menjadi tulang punggung mesin pencari, muncul kebutuhan dan strategi baru, mendorong para profesional dan perusahaan untuk mencari pendekatan dan alat baru yang mampu memengaruhi target pasar mereka.
Menurut pakar pemasaran dan strategi bisnis, Frederico Burlamaqui, dengan semakin terintegrasinya kecerdasan buatan ke dalam algoritma mesin pencari, masa depan SEO terkait erat dengan pemahaman dan adaptasi terhadap perubahan-perubahan ini. "AI tidak hanya menyempurnakan cara mesin pencari menginterpretasikan dan mengklasifikasikan konten, tetapi juga membentuk ekspektasi pengguna, menuntut pendekatan yang lebih canggih untuk optimasi konten," jelasnya. "Transformasi yang paling berdampak adalah perubahan perilaku pengguna dengan tidak lagi banyak menggunakan Google dan mulai mengajukan pertanyaan dengan tujuan yang sama kepada Chat GPT, Gemini, dan sejenisnya. Fenomena ini terutama terlihat pada pengguna generasi Z," tambahnya.
Frederico menjelaskan bahwa salah satu poin yang perlu ditekankan adalah terkait dengan otomatisasi tugas dan generasi wawasan yang semakin meningkat berkat kecerdasan buatan (AI). “Tidak dapat disangkal bahwa teknologi telah memudahkan berbagai aktivitas, seperti melakukan pengujian – sesuatu yang fundamental untuk kesuksesan strategi pemasaran – dengan memungkinkan perbandingan berbagai pendekatan dan optimalisasi konten. Misalnya, saat ini kita dapat membuat konten dengan judul berbeda, atau konten dengan pendekatan berbeda, dan kemudian memeriksa mana yang berkinerja lebih baik.”
Kecepatan dalam produksi konten juga terdampak oleh AI, karena teknologi mendorong produktivitas dan mempromosikan fokus yang lebih besar pada aspek strategis dan kreatif dari produksi konten. “Tentu saja AI sedang mengubah pembuatan konten dengan mengotomatiskan berbagai tugas yang sebelumnya dilakukan oleh manusia. Algoritma AI membantu dalam pengorganisasian ide dan analisis data, memungkinkan pengambilan keputusan yang berorientasi pada wawasan. Dengan membebaskan pembuat konten dari tugas-tugas tersebut, AI mendorong produktivitas dan mempromosikan fokus yang lebih besar pada aspek strategis dan kreatif dari produksi konten,” kata pakar tersebut.
Tren Untuk Beberapa Tahun Ke Depan
Salah satu tren utama yang membentuk masa depan SEO adalah personalisasi pencarian, karena dengan algoritma AI yang mampu memahami konteks dan niat pengguna, hasil pencarian akan semakin terpersonalisasi untuk memenuhi kebutuhan individu setiap pengguna. "Konteks saat ini menuntut agar para profesional SEO memusatkan upaya mereka tidak hanya pada peringkat umum, tetapi juga pada pembuatan strategi yang melayani relung tertentu dan menciptakan pengalaman pengguna yang sangat relevan," kata Burlamaqui.
Pakar menekankan bahwa penyempurnaan pencarian, yang didorong oleh kecerdasan buatan, sedang mengubah cara kita menemukan informasi online. Contohnya adalah SGE (Generative Search Experience), mekanisme pencarian baru berbasis AI dari Google, yang menjanjikan jawaban yang lebih personal dan langsung, mengurangi kebutuhan untuk mengklik beberapa tautan. "Meskipun hal ini mungkin mengurangi lalu lintas situs web, trennya menarik pengguna yang lebih terlibat, meningkatkan peluang konversi. Akibatnya, realitas ini menimbulkan kebutuhan SEO untuk terindeks dalam platform tersebut, sehingga merek dapat muncul di konteks jawaban tersebut. Meskipun ada peringatan dari para ahli yang seringkali mengatakan bahwa jawabannya tidak sepenuhnya akurat, pengguna cenderung melihatnya dengan lebih kredibel daripada hasil pencarian Google," katanya.
Namun, Burlamaqui menjelaskan bahwa meskipun ada kemajuan tersebut, masa depan SEO tetap bergantung pada pemahaman manusia, karena AI dapat membantu dalam otomatisasi tugas dan analisis data, tetapi kreativitas manusia dan pemahaman tentang nuansa target pasar yang tetap mendorong strategi SEO yang sukses. "Seiring algoritma menjadi lebih cerdas dan pengguna semakin menuntut, perusahaan dan agen pemasaran digital perlu siap beradaptasi dan berinovasi secara terus-menerus. Mereka yang menerima perubahan dan mengadopsi pendekatan holistik untuk SEO, menggabungkan AI dengan wawasan manusia, akan berada dalam posisi yang baik untuk mencapai kesuksesan di lanskap digital yang terus berkembang," pungkasnya.
Manfaat AI untuk SEO
Pelaksanaan pengujian
Dengan bantuan AI, melakukan pengujian berbagai pendekatan dan strategi menjadi lebih mudah dan efisien. Mulai dari pembuatan konten dengan judul yang beragam hingga segmentasi target pasar, AI memungkinkan analisis hasil yang rinci, sehingga memungkinkan profesional untuk cepat mengidentifikasi apa yang bekerja paling baik dalam hal keterlibatan dan konversi. Dengan demikian, pengujian yang didorong oleh AI tidak hanya mengoptimalkan kampanye pemasaran, tetapi juga berkontribusi pada pengambilan keputusan yang lebih berdasar dan tepat.
Otomatisasi tugas
AI mengotomatisasi berbagai tugas penting untuk SEO, termasuk analisis backlink, pemantauan kata kunci, dan bahkan pembuatan konten. Dengan mengambil tanggung jawab ini, AI membebaskan waktu berharga bagi para profesional SEO untuk fokus pada strategi yang lebih kompleks dan peningkatan strategis, sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Pemahaman untuk optimalisasi
Melalui AI, dimungkinkan untuk mendapatkan wawasan terperinci yang memandu strategi optimasi. Ini termasuk mengidentifikasi kata kunci yang relevan, menganalisis struktur situs web, dan mengevaluasi kualitas konten. Dengan wawasan ini, para profesional SEO dapat melakukan optimasi yang lebih tepat dan efektif, memfokuskan upaya mereka pada area yang benar-benar meningkatkan kinerja situs web di mesin pencari.

