Dengan Black Friday di depan mata, sektor ritel dan e-commerce perlu meningkatkan perhatian untuk menjaga administrasi fiskal tetap teratur. Selama periode ini, pergerakan keuangan dan volume transaksi meningkat, oleh karena itu, kebutuhan untuk lebih memperhatikan kewajiban perpajakan juga lebih besar.
"Kesalahan dalam perhitungan pajak, keterlambatan pengiriman dokumen, dan aliran fiskal yang lambat mengakibatkan ketidakpatuhan terhadap tenggat waktu dan kewajiban, yang dapat mengakibatkan denda dan penghambatan arus kas, sesuatu yang tidak menguntungkan pada saat perusahaan berfokus untuk memanfaatkan puncak konsumsi dengan kecepatan dan ketepatan yang maksimal dalam peluncuran produk mereka," katanya. Adriana Karpovicz, Direktur Penjualan Akun Besar di Qive, sebuah... platform Bertanggung jawab mengelola dokumen fiskal lebih dari 150.000 perusahaan di Brasil.
Untuk membantu parawira usaha menavigasi skenario ini, ahli tersebut telah mengumpulkan delapan kiat penting yang dapat meningkatkan pengelolaan keuangan perusahaan Anda dan memastikan bahwa selain kesuksesan dalam penjualan, perusahaan juga mempertahankan kesehatan keuangannya yang utuh.
- Antisipasi dalam organisasi fiskal
Periode menjelang Black Friday merupakan waktu yang tepat untuk mengevaluasi tata kelola keuangan perusahaan. Penting untuk mempertimbangkan karakteristik Black Friday, seperti diskon dan promosi, yang dapat memengaruhi dasar perhitungan pajak. Bagi perusahaan kecil, hal ini bahkan lebih krusial, karena margin untuk kesalahan dan kejadian tak terduga secara finansial dapat berdampak lebih besar pada hasil. Penting untuk memeriksa apakah sistem manajemen siap menghadapi lonjakan volume penjualan dan apakah data pajak sudah benar. Memberikan pelatihan singkat kepada tim untuk menangani peningkatan permintaan dan menerbitkan faktur dengan benar juga bisa berdampak positif. Menjaga dokumentasi pajak, seperti faktur masuk dan keluar, dengan terorganisir juga memudahkan pembuatan faktur dan penghitungan pajak.
- Pantau undang-undang yang berlaku.
Aturan pajak bisa berubah sepanjang tahun, dan tetap up-to-date sangat penting. Ikuti perubahan yang dapat memengaruhi perpajakan penjualan online atau fisik selama Black Friday. Usaha kecil dan e-commerce harus memperhatikan perubahan pajak seperti PPN dan PPh, yang bisa berbeda-beda per wilayah.
- Perhatikan ketentuan angsuran dan pajak
Menawarkan cicilan pembayaran lazim terjadi selama Black Friday, tetapi perlu diingat bahwa pajak dibayarkan saat faktur dikeluarkan, terlepas dari pembayaran cicilan. Oleh karena itu, perlu mempertimbangkan arus kas dalam perencanaan agar tidak membahayakan kesehatan keuangan bisnis dengan cicilan jangka panjang.
- Perkuat dokumentasi dan pengarsipan
Aturkan semua dokumen fiskal yang dihasilkan selama periode tersebut: faktur, kwitansi, dan bukti pembayaran pajak. Hal ini memudahkan pelaporan dan audit di masa mendatang. Bagi UKM, yang seringkali beroperasi dengan tim yang terbatas, pengorganisasian ini dapat mencegah komplikasi hukum dan pekerjaan ulang.
- Lakukan audit internal
Sebelum dimulainya Black Friday, pertimbangkan untuk melakukan audit internal untuk meninjau proses fiskal dan memastikan tidak ada masalah atau kegagalan yang dapat mengakibatkan penalti. Perhatian ini bahkan lebih relevan untuk perusahaan ritel fisik, yang cenderung berurusan dengan sejumlah besar dokumen fiskal selama periode tersebut. Buatlah proses untuk memiliki kontrol persediaan yang efisien, dan dengan demikian hindari masalah perpajakan. Memastikan produk tercatat dengan benar sangat penting untuk menghindari perbedaan dalam perhitungan pajak. Pertahankan persediaan yang terbarui dan pantau masuk dan keluarnya barang dagangan untuk menyelaraskan pendapatan dengan persediaan aktual.
- Rencanakan arus kas dengan tepat
Kenaikan penjualan Black Friday merupakan peluang untuk meningkatkan kas, tetapi pajak dapat mengkonsumsi sebagian hasil tersebut. Buatlah perkiraan yang jelas atas pajak yang harus dibayar di bulan-bulan berikutnya untuk menghindari kejutan dan menjamin saldo positif setelah periode promosi.
- Manfaatkan insentif fiskal dan rezim perpajakan
Cari, cari dan manfaatkan insentif pajak potensial yang dapat menguntungkan perusahaan Anda selama Black Friday. Misalnya, usaha kecil yang menggunakan sistem pajak Perpajakan Sederhana Nasional dapat memanfaatkan skema perpajakan yang disederhanakan, sementara pengecer besar dapat mencari insentif pemerintah daerah atau pusat untuk meringankan beban pajak.
- Penggunaan teknologi manajemen fiskal
Adopsi teknologi sangat penting untuk menjamin pengelolaan fiskal yang efisien. Perangkat digital, seperti perangkat lunak manajemen, mengotomatiskan proses seperti penerbitan faktur, perhitungan pajak, dan kontrol persediaan, yang hampir meniadakan kemungkinan kesalahan, keterlambatan pembayaran, dan penerbitan faktur dengan informasi yang tidak benar. Selain itu, platform e-commerce dan pembayaran yang terintegrasi membantu memantau penjualan secara real time, memastikan semua operasi sesuai dengan persyaratan fiskal. Penggunaan teknologi menyederhanakan manajemen dan mengurangi kesalahan manual, memungkinkan pengusaha untuk fokus pada strategi penjualan selama Black Friday.


