AwalBeritaLebih dari 70% Perusahaan Sudah Menggunakan Kecerdasan Buatan

Lebih dari 70% Perusahaan Sudah Menggunakan Kecerdasan Buatan

Kecerdasan buatan (AI) telah berkembang pesat di panggung global, dan pasar kerja tidak ketinggalan dari transformasi ini. Saat ini, 721TP3 T dari perusahaan Di dunia mereka menggunakan beberapa jenis AI dalam kegiatan mereka, menandai ekspansi terus menerus dalam enam tahun terakhir.

Inilah yang berjudul Survei McKinsey “Keadaan AI pada awal 2024: Adopsi AI gen melonjak dan mulai menghasilkan nilai”. Dibandingkan dengan tahun 2023, ketika 55% perusahaan telah menerapkan AI, pertumbuhan menunjukkan kecepatan adopsi dan tren kontinuitas di tahun-tahun mendatang.

Ekspansi AI di Perusahaan

Pencarian untuk produktivitas dan efisiensi yang lebih besar memicu perlombaan global untuk implementasi AI. Model generasi, misalnya, sudah hadir di 65% perusahaan, dibandingkan 33% pada tahun sebelumnya.

Menurut laporan tersebut, sejak 2019 setidaknya setengah dari perusahaan global telah menggunakan beberapa bentuk kecerdasan buatan. Di antara manfaat utama yang disebutkan adalah pengurangan biaya dan peningkatan laba, terutama di sektor-sektor seperti penjualan dan pemasaran.

Mengingat dampak ini, 65% perusahaan berencana untuk memperluas investasi di AI di tahun-tahun mendatang. Microsoft, misalnya, mengembangkan proyek yang dapat mencapai lebih dari 500 miliar R$. Di Brasil, teknologi juga berkembang, dengan 751TP3 T dari perusahaan kecil dan menengah Sudah menggabungkan AI dalam kehidupan sehari-harinya, menurut Zoox Smart Data.

Namun, studi McKinsey juga menunjukkan tantangan. Kekhawatiran tentang pelanggaran hak intelektual, kurangnya ketepatan dalam beberapa aplikasi dan potensi dampak pada penggantian pekerjaan manusia masih ada dalam agenda.

Industri 5.0: Teknologi dan kreativitas berdampingan

Kemajuan dalam kecerdasan buatan merupakan bagian penting dari fase teknologi baru dalam kegiatan produktif. Industri 5.0, menurut informasi dari portal suara industri, mengusulkan model yang lebih kolaboratif dan berpusat pada orang, di mana teknologi dan kreativitas berjalan beriringan.

Tidak seperti Generasi 4.0, era baru ini berkomitmen pada kerjasama antara manusia dan sistem cerdas. AI mengambil tugas yang berulang dan analitis, membebaskan para profesional untuk mendedikasikan diri mereka pada aktivitas yang lebih kreatif dan nilai strategis.

Aplikasi praktis sudah menjangkau sektor-sektor seperti manufaktur, kesehatan, logistik dan pertanian. Di pabrik pintar, misalnya, robot kolaboratif bekerja dengan operator, belajar dari perilaku manusia, dan mengoptimalkan produksi waktu nyata.

Di antara perbedaan Industri 5.0 adalah kustomisasi produk, penggunaan data prediktif dan integrasi teknologi berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk menggabungkan inovasi dengan tanggung jawab lingkungan.

Terlepas dari kemajuan, masih ada tantangan: perlu berinvestasi dalam infrastruktur digital, memperbarui proses, dan memenuhi syarat tenaga kerja. Selain itu, perdebatan tentang etika, privasi, dan peran manusia dalam menghadapi otomatisasi juga tetap relevan.

Meski begitu, Industri 5.0 maju dengan cepat, membuka jalan bagi produksi yang lebih cerdas dan berorientasi masa depan.

Pembaruan E-Commerce
Pembaruan E-Commercehttps://www.ecommerceupdate.org
E-Commerce Update adalah perusahaan terkemuka di pasar Brasil, yang mengkhususkan diri dalam memproduksi dan menyebarluaskan konten berkualitas tinggi tentang sektor e-commerce.
BERITA TERKAIT

TINGGALKAN BALASAN

Silakan ketik komentar Anda!
Silakan ketik nama Anda di sini

Terbaru

PALING POPULER