Sebagai manajer, Anda telah menempuh perjalanan panjang untuk mencapai posisi di mana Anda berada hari ini. Anda mungkin menghadapi tantangan, berurusan dengan atasan yang tidak mendengarkan kontribusi Anda, dan merasakan frustrasi karena tidak dipahami. Sekarang, saat memimpin para profesional Generasi Z, Anda menghadapi tantangan baru. Meskipun pengalaman dan pengetahuan Anda sangat luas, menemukan keseimbangan yang tepat untuk mengelola generasi ini mungkin terasa seperti tugas yang mustahil. Namun, Anda tidak sendirian dalam perjalanan ini.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh SPUTNiK, perusahaan pendidikan korporat, mengungkapkan bahwa sekitar 8 dari 10 pemimpin menghadapi kesulitan dalam memimpin lingkungan multigenerasional. Temuan ini menunjukkan kebutuhan mendesak untuk memahami dan beradaptasi dengan tuntutan dan ekspektasi unik para profesional Generasi Z.
Jadi, apa rahasianya untuk mengelola pekerja Generasi Z dengan sukses? Menurut manajer karier ternama, Madalena Feliciano, kuncinya terletak pada pemahaman mendalam tentang siapa mereka dan apa tujuan mereka di tempat kerja. Kita perlu mengakui bahwa pandangan dan aspirasi mereka mungkin berbeda secara signifikan dengan pandangan Anda sendiri.
Jika mengamati generasi ini dari dekat, kita dapat melihat bahwa kebutuhan mereka terkait erat dengan pengalaman yang mereka lalui. Generasi Z menghargai pekerjaan yang bermakna dan berdampak, tetapi mereka tidak bersedia mengorbankan kesehatan fisik dan mental mereka demi upah yang rendah.
Oleh karena itu, sebagai manajer, penting untuk mengadopsi pendekatan yang penuh empati dan inklusif dalam berurusan dengan para profesional Generasi Z. Madalena Feliciano menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang mendorong keseimbangan antara pencapaian profesional dan kesejahteraan pribadi. Ini berarti menawarkan peluang pengembangan profesional, fleksibilitas waktu kerja, dan dukungan emosional jika diperlukan.
Selain itu, sangat penting untuk membangun komunikasi yang terbuka dan transparan, sehingga anggota tim merasa didengarkan dan dihargai. Generasi Z menghargai keaslian dan kejujuran, dan mengharapkan para pemimpin mereka berkomitmen secara tulus terhadap kesejahteraan dan kesuksesan mereka.
Dengan mengadopsi pendekatan yang berorientasi pada pemahaman dan kolaborasi, para pemimpin dapat menumbuhkan hubungan yang kuat dan produktif dengan para profesional Generasi Z. Lebih dari sekadar mengelola, ini tentang memimpin dengan teladan, menginspirasi, dan memberdayakan generasi bakat baru ini untuk mencapai potensi penuh mereka.
Singkatnya, meskipun mungkin terlihat menantang pada awalnya, mengelola generasi Z adalah kesempatan bagi para manajer untuk mengembangkan keterampilan dan perspektif baru. Dengan empati, pengertian, dan komitmen pada kesejahteraan tim, dimungkinkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan menginspirasi, di mana semua orang dapat berkembang dan tumbuh bersama. Ujar Madalena Feliciano.

