Black Friday, acara komersial yang relatif baru di Brasil, yang diadakan pada hari Jumat terakhir bulan November, dengan cepat menjadi tanggal ekspresif dalam perdagangan Brasil. Dirayakan sekitar satu bulan dari Natal, tanggal tersebut hari ini menempati tempat kedua dalam hal pergerakan e-commerce di negara ini, tepat di belakang Natal. Menurut Asosiasi Perdagangan Elektronik Brasil (ABComm), edisi 2024 dari musim penawaran harus memindahkan R$7,93 miliar dalam e-commerce peningkatan sekitar 10% dibandingkan dengan tahun lalu.
Tidak seperti tanggal komersial penting lainnya, Black Friday memasuki kalender nasional dalam periode pertumbuhan digital yang cepat. Kemunculannya bertepatan dengan perluasan toko online dan pasar, lonjakan popularitas jejaring sosial dan konsolidasi layanan streaming. Konteks ini menjadikan Black Friday peluang utama untuk inovasi, perluasan audiens, dan leverage.To penjualan yang sukses, namun, pengecer harus menggunakan strategi pemasaran yang kompetitif untuk lingkungan digital.
Menurut Tiago Cardoso, Managing Director untuk Amerika Latin di Criteo, sebuah perusahaan media perdagangan, prospek Black Friday 2024 sangat menjanjikan untuk ritel. Optimisme ini didukung oleh tren ekonomi dan perilaku konsumen serta kematangan strategi pemasaran digital canggih seperti teknik retensi dan penargetan ulang, penargetan kontekstual, AI prediktif, dan media ritel.
Untuk menembus lanskap kompetitif Black Friday 2024, pengecer perlu mempertimbangkan beberapa faktor kunci untuk membentuk strategi mereka dan mendorong penjualan.
- Lihat wawasan ini untuk menyusun strategi ideal untuk Black Friday 2024:
- Tren ekonomi membuka jalan bagi peningkatan belanja
Pada Agustus 2024, Brasil menunjukkan tren pasar tenaga kerja yang positif selama periode yang sama tahun 2023: pendapatan rata-rata meningkat sebesar 2,7%, tingkat pengangguran turun sebesar 0,9 poin persentase dan jumlah orang yang dipekerjakan meningkat sebesar 2%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa daya beli meningkat. Ini sangat relevan untuk Black Friday, karena konsumen mungkin lebih cenderung untuk mencoba merek dan kategori produk baru. Pada tahun 2023, misalnya, Criteo melaporkan peningkatan 13 poin persentase pada pembeli baru pada paruh kedua November 13 hingga (13131 PT). - Kesehatan dan kecantikan meningkat dibandingkan dengan menurunnya popularitas elektronik
Menurut survei Nielsen yang ditugaskan oleh Criteo, konsumen Brasil lebih tertarik pada kategori Fashion (pakaian, alas kaki, dan aksesori), Elektronik (peralatan, ponsel, dan tablet) dan Perawatan Pribadi (kosmetik dan kebersihan) untuk Black Friday. Criteo juga mencatat perubahan pengeluaran sehubungan dengan musim Black Friday 2022, dengan penjualan di segmen Kesehatan dan Kecantikan naik 7,6%, sementara pembelian Consumer Electronics turun 2,5%. - Konsumen peduli terhadap harga dan didorong oleh perencanaan
Black Friday di Brasil melibatkan perencanaan konsumen yang luas dan loyalitas merek yang rendah, sehingga persyaratan untuk menangkap perhatian dan mencapai penjualan. Harga yang lebih rendah atau diskon yang menarik adalah motivator utama untuk 78% orang Brasil, dengan 53% membeli lebih banyak pada Black Friday daripada waktu lain dalam setahun. Sebagian besar konsumen mencari dan membandingkan harga (62%), dan yang ketiga (32%) mencadangkan anggaran khusus untuk acara tersebut. Saluran digital memainkan peran penting, dengan 64% konsumen mengakses internet selama lebih dari lima jam setiap hari dan %. - Memperluas corong: keberhasilan strategi corong yang lengkap
Dalam lanskap kompetitif dengan perjalanan konsumen yang semakin analitis, strategi multi-saluran yang mengintegrasikan taktik top dan bottom-of-the-funnel sangat penting. Survei Criteo di segmen Fashion mengungkapkan peningkatan 11 poin dalam pengembalian belanja iklan (ROAS) pada November 2023 untuk merek yang telah menjangkau pemirsa teratas dan terbawah (30%), dibandingkan dengan mereka yang hanya berinvestasi di basis corong (18%). Untuk dukungan, Criteo menawarkan teknologi canggih untuk akuisisi, retensi, dan penargetan ulang pelanggan, dengan strategi mutakhir, personal, dan bertenaga AI.


