Dalam beberapa tahun terakhir, e-commerce di Brasil telah mengalami transformasi yang signifikan, didorong oleh kemajuan teknologi, perubahan kebiasaan konsumen, dan inovasi logistik. Negara ini telah menjadi salah satu pasar e-commerce yang paling menjanjikan, dengan pertumbuhan yang signifikan di berbagai segmen.
Laporan Tren E-Commerce 2025 , yang disusun oleh Octadesk bekerja sama dengan Opinion Box, mengungkapkan bahwa 56% konsumen lebih sering berbelanja online daripada di toko fisik. Lebih lanjut, 88% berbelanja online setidaknya sebulan sekali. Nasdaq menunjukkan bahwa 95% pembelian akan dilakukan secara online pada tahun 2040.
Pada tahun 2024, e-commerce Brasil mencatat 395 juta pesanan dan pendapatan dapat melebihi R$250 miliar pada tahun 2027, menurut Asosiasi Perdagangan Elektronik Brasil (ABComm ).
Pertumbuhan e-commerce Brasil mencerminkan pergeseran struktural dalam perilaku konsumen. Kemudahan yang dipadukan dengan teknologi baru, seperti Kecerdasan Buatan dan metode pembayaran instan, memperkuat pengalaman belanja digital. Lebih lanjut, kami melihat peningkatan signifikan dalam kepercayaan konsumen terhadap belanja online, yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan ini," jelas Eduardo Augusto, CEO IDK, sebuah konsultan yang berfokus pada teknologi, desain, dan komunikasi.
Dampak digitalisasi terhadap konsumsi
Digitalisasi yang pesat dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah hubungan antara konsumen dan merek secara signifikan. Menurut Survei Sampel Rumah Tangga Nasional Berkelanjutan (PNAD Contínua) yang dilakukan oleh IBGE (Institut Geografi dan Statistik Brasil), modul Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menunjukkan bahwa pada tahun 2023, 92,5% rumah tangga di Brasil memiliki akses internet, dengan total 72,5 juta rumah yang terhubung. Di wilayah perkotaan, persentase ini mencapai 94,1%, sementara di wilayah pedesaan mencapai 81,0%.
Selain itu, kemudahan akses ke platform belanja, penawaran yang dipersonalisasi, dan pembayaran yang lebih cepat telah menjadikan belanja online bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Brasil. "Konektivitas telah memungkinkan wirausahawan kecil dan menengah untuk terlibat, memperluas keragaman produk dan layanan yang tersedia daring, dikombinasikan dengan pemanfaatan media sosial," tambah Eduardo.
Peran inovasi dalam evolusi e-commerce
Evolusi e-commerce di Brazil tidak hanya disebabkan oleh meningkatnya adopsi konsumen, tetapi juga karena investasi besar-besaran dalam inovasi.
"Strategi seperti AI, perdagangan sosial, dan penguatan logistik telah membantu mengonsolidasikan sektor ini sebagai salah satu yang paling dinamis dalam ekonomi digital," kata Eduardo Augusto.
Bagaimana pasar ini akan berkembang?
Menurut Tren E-Commerce 2025 , konsumen menyadari bahwa mereka telah meningkatkan frekuensi pembelian mereka jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan tidak menunjukkan tanda-tanda ingin mengurangi frekuensi pembelian daring mereka.
Sebanyak 50% responden menyatakan bahwa mereka akan terus berbelanja lebih banyak daripada yang mereka lakukan saat ini selama 12 bulan ke depan. Mengingat angka-angka ini, ada baiknya menyoroti beberapa tonggak sejarah e-commerce yang telah membentuk lanskap bisnis saat ini dan dapat menginspirasi strategi baru untuk loyalitas pelanggan di masa mendatang. CEO IDK mengomentari beberapa di antaranya; simak selengkapnya:
1) Ledakan perdagangan seluler
Menurut penelitian , 73% konsumen lebih suka melakukan pembelian melalui ponsel atau telepon pintar, sementara hanya 25% memilih komputer atau notebook, dan 2% menggunakan tablet.
Meningkatnya preferensi terhadap ponsel bukanlah tren acak, melainkan pergeseran struktural dalam kebiasaan konsumen, didorong oleh kemudahan dan konektivitas instan yang ditawarkan perangkat ini. Akibatnya, pembelian yang dilakukan melalui perangkat seluler kini mencapai lebih dari 60% transaksi dalam e-commerce Brasil," tegas pakar tersebut.
2) PIX dan metode pembayaran baru
PIX telah merevolusi metode pembayaran di Brasil, menjadikannya pilihan utama bagi konsumen karena kemudahannya dan bebas biaya. Menurut riset yang diterbitkan oleh Bank Sentral, alat ini telah menjadi metode pembayaran terpopuler di kalangan masyarakat Brasil, digunakan oleh 76,4% populasi. Selain itu, dompet digital dan fitur beli sekarang, bayar nanti (BNPL) semakin populer.
3) Angkutan barang sebagai keunggulan kompetitif
Menurut Tren E-commerce 2025 , bagi 72% warga Brasil, pengiriman gratis merupakan faktor paling berpengaruh saat memilih tempat berbelanja. Biaya tambahan dapat merusak pembelian.
Menghadapi skenario ini, banyak perusahaan berinvestasi besar dalam logistik untuk mengurangi waktu pengiriman.
Konsep pengiriman di hari yang sama—pesanan yang dilakukan sebelum waktu tertentu akan dikirim di hari yang sama dan hari kerja berikutnya jika diselesaikan setelah batas waktu tersebut—sudah menjadi kenyataan di pusat-pusat kota besar. Pasar-pasar pun memperluas jaringan distribusi mereka untuk menjangkau konsumen di wilayah yang lebih terpencil," tegas sang pakar.
4) Pengaruh perdagangan sosial
Data dari “Digital Retrospective 2024 – Setting the course for 2025” , yang dipromosikan oleh Comscore, menunjukkan bahwa pada tahun 2024, warga Brasil menghabiskan rata-rata 103,9 jam per bulan menggunakan aplikasi seluler, dibandingkan dengan hanya 5,5 jam per bulan di browser.
Lebih lanjut, media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp memainkan peran penting dalam e-commerce. Menurut studi , 14% pembelian dilakukan melalui media sosial. "Penjualan langsung melalui platform-platform ini telah tumbuh secara signifikan, dan live commerce (siaran langsung penjualan) semakin populer," tambahnya.
5) Perluasan e-commerce niche
Sektor-sektor seperti fesyen berkelanjutan, produk hewan peliharaan, dan barang-barang yang dipersonalisasi telah berkembang pesat. 65% konsumen membeli produk yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya secara daring. Di antaranya, 34% adalah obat-obatan, 32% perjalanan, dan 18% perlengkapan hewan peliharaan, menurut survei . Dengan kata lain, konsumen semakin mencari pengalaman eksklusif dan produk-produk unik.
6) Munculnya pasar
Platform seperti Mercado Livre, Shopee, dan Amazon Brazil mendominasi lanskap e-commerce, menawarkan berbagai produk, harga kompetitif, dan solusi logistik yang efisien.
Amazon, misalnya, mengubah permainan ritel dan teknologi dengan menciptakan aturan baru bagi pasar dan mentransformasi cara kita mengonsumsi. Dari Amazon Prime, dengan pengiriman cepat dan loyalitas pelanggan melalui layanan berlangganan—dengan lebih dari 200 juta anggota di seluruh dunia—hingga AWS, yang mendominasi komputasi awan. Perusahaan ini tidak hanya berinovasi, tetapi juga menciptakan kembali seluruh sektor. Marketplace membuka pintu bagi jutaan penjual, sementara Alexa menghadirkan kecerdasan buatan ke dalam kehidupan sehari-hari jutaan orang," kenang Eduardo.
7) Penggunaan kecerdasan buatan
AI dan pembelajaran mesin sedang merevolusi layanan pelanggan dan belanja personal. Menurut Nielsen , 75% toko online di Brasil sudah menggunakan beberapa bentuk AI untuk mengoptimalkan penjualan. "Chatbot, rekomendasi cerdas, dan analisis perilaku konsumen adalah beberapa tren yang akan terus berlanjut," komentarnya.
8) Keberlanjutan dalam e-commerce
Konsumen semakin sadar akan dampak lingkungan dari pembelian mereka. Perusahaan-perusahaan mengadopsi kemasan berkelanjutan, logistik terbalik, dan inisiatif pengimbangan karbon untuk menarik konsumen yang peduli lingkungan.
Menurut McKinsey & Company , 60% konsumen bersedia membayar lebih untuk produk berkelanjutan, menyoroti pentingnya mengintegrasikan teknologi ini ke dalam model bisnis.
9) Black Friday dan tanggal musiman sebagai pengemudi
Promosi musiman, seperti Black Friday dan Consumer Day, terus menjadi pendorong utama e-commerce. Strategi seperti cashback, diskon progresif, dan kupon eksklusif mempertahankan permintaan yang tinggi selama periode tersebut.
Menurut MindMiners , 60% konsumen termotivasi untuk membeli produk atau layanan ketika mereka menerima kupon atau kode diskon. Lebih lanjut, 49% responden lebih suka menunggu promosi dan penawaran menarik, sementara 49% lainnya memilih toko yang menawarkan program cashback atau reward.
10) Dampak metaverse dan augmented reality
Dengan evolusi metaverse dan kemajuan teknologi augmented reality (AR), pengalaman belanja online akan berubah drastis. Perusahaan-perusahaan telah menguji lingkungan imersif agar konsumen dapat mencoba produk secara virtual sebelum membeli. "Masa depan e-commerce akan ditandai dengan perpaduan digital dan fisik, yang memungkinkan konsumen mendapatkan pengalaman yang lebih interaktif dan personal," tegas CEO IDK.
Masa depan e-commerce di Brasil
E-commerce Brasil terus berkembang, didorong oleh inovasi teknologi dan perubahan kebiasaan konsumen. Kebangkitan metaverse, konsolidasi kecerdasan buatan, dan personalisasi pengalaman pengguna yang canggih menjanjikan transformasi lebih lanjut di sektor ini dalam beberapa tahun mendatang.
Lebih jauh lagi, personalisasi yang dimungkinkan oleh AI dapat meningkatkan rasio konversi hingga 30%, menurut sebuah studi , yang menyoroti dampak positif teknologi ini terhadap keputusan pembelian konsumen.
"Perusahaan yang berinvestasi dalam tren ini akan menjadi yang terdepan dalam persaingan, menawarkan pengalaman berbelanja yang semakin imersif dan personal. Masa depan e-commerce di Brasil tidak hanya menjanjikan—tetapi sudah dalam tahap pembangunan," simpul Eduardo Augusto.