Masa keemasan perdagangan semakin mendekat, dengan Black Friday dan tentu saja tanggal terbesar dari semuanya: Natal. Namun sebuah kesalahan terus terulang setiap tahun: kurangnya persiapan.
Menurut Thiago Andrade, Manajer Media Sosial di KAKOI Comunicação, waktu bisa menjadi sahabat atau musuh penjualan digital, tergantung pada sejauh mana setiap perusahaan memanfaatkan aset digitalnya:
Mari kita bayangkan sebuah toko pakaian, misalnya. Jika dilakukan pada menit terakhir, tidak akan ada strategi, tidak ada laman arahan (landing page), bahkan tidak ada pengaturan iklan untuk meningkatkan hasil. Bisakah dilakukan? Bisa! Namun pengeluaran dan usaha yang dibutuhkan akan jauh lebih besar,” tutur Andrade.
Pada periode liburan 2024 saja, menurut data dari ABComm (Asosiasi Perdagangan Elektronik Brasil), penjualan digital mencapai sekitar R$ 26 miliar, sebuah pertumbuhan sebesar 20% dibandingkan tahun 2023.
Andrade menuturkan bahwa waktu persiapan minimal yang ideal untuk penjualan akhir tahun adalah 60 hari sebelumnya. Dalam periode ini, merek menentukan “produk andalan”, membuat laman arahan (landing page) (halaman penjualan langsung), menyusun iklan dan merencanakan postingan.
“Ketika kita bekerja dengan strategi, semua poin harus selaras. Melakukan aksi yang terpisah-terpisah membutuhkan biaya mahal, kurang efektif dan menimbulkan kesan kurangnya hasil. Jika anggaran terbatas, yang ideal adalah memulai sekarang dan memusatkan penjualan pada periode yang lebih singkat. Dengan demikian, hasil akan terlihat. Dalam hal ini, marketing berubah menjadi resep kue,” tutup Andrade.

