iFood, platforma pengiriman makanan terbesar di Amerika Latin, sedang mendefinisikan ulang cara mereka memanfaatkan data untuk mendorong inovasi dan efisiensi dengan bantuan Databricks, sebuah perusahaan data dan AI. Perusahaan mengadopsi platform intelijen data Databricks dan kerangka DLT-nya, yang membangun dan menguji pipeline data yang andal, untuk memodernisasi arsitektur data mereka.
Upaya ini menghasilkan serangkaian peningkatan operasional, termasuk pengurangan biaya pemrosesan dan penyimpanan sebesar 67%, upaya pemeliharaan pipeline yang 70% lebih ringan, serta pengurangan waktu pengembangan kode sebesar 30%.
“Pipeline kini berjalan tanpa kesalahan, memberikan kinerja andal bahkan di bawah beban kerja terberat,” ujar Thiago Julião, Spesialis Arsitektur Data iFood. “Perubahan dari kesalahan yang sering terjadi menjadi masalah yang hampir nol setelah migrasi ke DLT tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membebaskan tim kami untuk fokus pada inisiatif strategis alih-alih sekadar memadamkan kebakaran.”
Dengan ekosistem yang kuat — lebih dari 55 juta pengguna, 350 ribu restoran mitra, dan 300 ribu kurir aktif — platform ini memproses sekitar 10 miliar peristiwa data real-time setiap hari, yang berasal dari aplikasi, sistem logistik, dan platform mitra mereka.
“Databricks benar-benar mengubah operasi data kami. Dengan DLT, kami secara drastis mengurangi kesalahan dan mengalihkan fokus tim kami ke inisiatif strategis daripada masalah operasional,” tegas Julião.
Dari lingkungan yang terfragmentasi menuju arsitektur terpadu
Sebelum implementasi, perusahaan menghadapi tantangan dengan arsitektur yang terfragmentasi dan proses manual, yang sering menyebabkan kesalahan dan menyulitkan penskalaan. Migrasi ke platform ini mengkonsolidasikan ribuan tabel menjadi hanya 100, mengoptimalkan tata kelola dan meningkatkan kualitas data.
“Solusi kami dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis klien dengan mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi. Dengan data yang dihasilkan dan modernisasi menggunakan DLT, iFood memiliki akses ke wawasan strategis yang berkontribusi meningkatkan pengalaman pelanggan dalam memesan,” jelas Marcos Grilanda, Wakil Presiden dan General Manager untuk Amerika Latin.
Kini, dengan pendekatan terstruktur dan berlapis, platform menjamin ingesti data dengan latensi tingkat detik, validasi otomatis, serta akses yang disederhanakan untuk berbagai bidang bisnis. Hal ini memungkinkan analisis real-time, pengujian A/B, dan keputusan berbasis data yang langsung berdampak pada pengalaman konsumen dan efisiensi operasional.
“Peningkatan kinerja dalam perjalanan pengguna menjadi titik balik. Kini kami memiliki kendali, kecepatan, dan keandalan yang lebih besar dalam pemanfaatan data di seluruh perusahaan,” ungkap Maristela Albuquerque, Manajer Data iFood.
Langkah selanjutnya: keamanan, skalabilitas, dan inovasi berkelanjutan
Dengan fondasi teknologi yang solid, iFood berencana memperluas penggunaan platform dengan fitur seperti Databricks Asset Bundles (DABs), serverless, dan masking kolom sensitif, yang semakin meningkatkan tata kelola dan keamanan data.
“Transformasi ini memungkinkan kami menghilangkan inefisiensi, mempercepat pengembangan solusi, dan yang terpenting, membangun fondasi kuat untuk inovasi berkelanjutan,” simpul Gabriel Campos, Kepala Data dan AI iFood.

