Hari Ayah adalah tanggal yang tidak hanya merayakan sosok ayah, tetapi juga menyoroti ikatan unik dan kuat antara orang tua dan anak-anak di berbagai lapisan masyarakat.
Dalam dunia bisnis, ikatan ini berubah menjadi kisah inspiratif kewirausahaan keluarga, di mana berlalunya pengetahuan, nilai-nilai dan pandangan dunia terjalin dengan tekad untuk membangun sesuatu yang abadi dan bermakna.
Sejarah Patroni, salah satu rantai makanan terbesar di negara ini, mencontohkan bagaimana ikatan antara ayah dan anak dapat disalurkan ke dalam kewirausahaan asli.Rubens Augusto Junior, pendiri merek, membuka perusahaan untuk memberikan patriark yang mengembangkan depresi setelah kehilangan pekerjaannya.
Tindakan ini menyelamatkan ayahnya, namun juga meletakkan dasar bisnis yang saat ini memiliki 248 unit di Brasil, 105 unit fisik dan 145 unit beroperasi melalui platform delivery. selama beberapa dekade, mereka telah menghadapi banyak tantangan bersama, tetapi semangat kewirausahaan dan tekad mereka untuk berinovasi bertanggung jawab untuk menjaga Patroni tumbuh dengan mantap.Kisah Rubens Junior dan sosok ayahnya adalah kisah inspiratif tentang bagaimana cinta keluarga dan kerja keras dapat menciptakan warisan abadi di dunia bisnis.
Mengikuti garis perusahaan keluarga yang sama, lintasan Sigbol, sekolah kursus profesional dalam mode dan menjahit, dimulai dengan persahabatan antara Elvira Nunari dan Carmem Aparecida de Freitas, ibu dari direktur saat ini, Aluizio de Freitas. Elvira menciptakan metode “figa bola dan melacak CETAKANnya sendiri” menjahit dan memprofesionalkan wanita. Seiring waktu, Carmem membeli merek dan bersama suaminya mulai mempublikasikan teknik dalam kursus.
Metode ini menjadi populer dan, dengan pertumbuhan penjualan publikasi, keluarga memutuskan untuk membuka sekolah pada tahun 1982, ketika patriark Aluzio mengembangkan kursus pertama menjahit dan pemodelan di Vila Mariana, Sao Paulo. Selanjutnya dengan asumsi arah, Aluzio de Freitas mengkonsolidasikan Sigbol, bertanggung jawab untuk melatih lebih dari 180 ribu siswa di lebih dari 57 pilihan kursus dan program. Dengan demikian, tetap hidup warisan yang dimulai oleh persahabatan antara orang tuanya dan orang Italia.
“Sebuah merek lahir dari hasrat untuk fashion dan komitmen untuk mengajar dan menginspirasi melalui menjahit. Sejak awal, kami menghargai tidak hanya teknik, tetapi juga nilai-nilai keluarga yang mendukung kesuksesan kami”, kata Aluizio, yang memimpin usaha yang pernah dipimpin oleh ayahnya.
Singkatnya, kisah-kisah Patroni dan Sigbol menyoroti pentingnya ikatan keluarga dalam kewirausahaan, tetapi juga kemampuan untuk mengubah tantangan menjadi peluang untuk growth.These adalah akun inspiratif tentang bagaimana dedikasi dan visi bersama dapat mempertahankan bisnis lintas generasi dan meninggalkan dampak abadi pada masyarakat dan pasar.

