AwalArtikelApa itu pembelian kolektif?

Apa itu pembelian kolektif?

Pembelian kolektif, juga dikenal sebagai pembelian grup atau *group buying*, merupakan model bisnis dalam perdagangan elektronik di mana sekelompok konsumen bergabung untuk mendapatkan diskon signifikan pada produk atau jasa. Konsep ini didasarkan pada prinsip kekuatan beli kolektif, di mana pemasok menawarkan harga yang lebih rendah dengan imbalan volume penjualan yang terjamin.

Sejarah:
Konsep pembelian kolektif bukanlah hal baru, memiliki akar pada praktik perdagangan tradisional seperti koperasi pembelian. Namun, versi online dari model ini meraih popularitas pada akhir tahun 2000-an, seiring peluncuran situs-situs seperti Groupon pada tahun 2008. Ide tersebut dengan cepat menyebar, mendorong munculnya sejumlah besar situs serupa di seluruh dunia.

Bagaimana cara kerja pembelian bersama:

  1. Penawaran: Seorang pemasok menawarkan diskon yang signifikan pada produk atau layanan, biasanya 50% atau lebih.
  2. Aktivasi: Penawaran diaktifkan hanya ketika jumlah minimum pembeli berkomitmen untuk membeli produk atau layanan tersebut.
  3. Jangka Waktu: Penawaran biasanya memiliki jangka waktu terbatas, menciptakan rasa urgensi di antara calon pembeli.
  4. Pengumuman: Situs belanja kolektif mempromosikan penawaran melalui email, media sosial, dan saluran pemasaran lainnya.
  5. Pembelian: Jika jumlah minimum pembeli tercapai dalam jangka waktu yang ditentukan, penawaran diaktifkan dan kupon diterbitkan untuk pembeli.

Keuntungan:
Pembelian kolektif menawarkan keuntungan bagi konsumen dan perusahaan:

Untuk konsumen:

  1. Diskon signifikan: Konsumen dapat mendapatkan produk dan jasa dengan harga yang sangat rendah.
  2. Temuan: Paparan pada bisnis dan pengalaman baru yang mungkin belum mereka temukan dengan cara lain.
  3. Kemudahan: Akses mudah ke berbagai penawaran dalam satu platform.

Untuk perusahaan:

  1. Periklanan: Paparan kepada sejumlah besar calon pelanggan dengan biaya yang relatif rendah.
  2. Peningkatan penjualan: Potensi untuk volume penjualan besar dalam waktu singkat.
  3. Pelanggan Baru: Peluang untuk menarik pelanggan baru yang berpotensi menjadi pelanggan tetap.

Tantangan dan Kritik:
Meskipun popularitas awalnya, model belanja kolektif menghadapi berbagai tantangan:

  1. Kejenuhan pasar: Pertumbuhan cepat menyebabkan kejenuhan di banyak pasar, sehingga sulit bagi perusahaan untuk menonjol.
  2. Kualitas layanan: Beberapa perusahaan, kewalahan dengan volume pelanggan yang menawarkan, tidak dapat mempertahankan kualitas layanan.
  3. Margin keuntungan yang rendah: Diskon besar dapat menyebabkan margin keuntungan sangat rendah atau bahkan negatif bagi perusahaan peserta.
  4. Retensi pelanggan: Banyak konsumen hanya tertarik pada diskon dan tidak menjadi pelanggan tetap.
  5. Kelelahan Konsumen: Seiring waktu, banyak konsumen merasa kewalahan dengan jumlah penawaran yang mereka terima di email mereka.

Evolusi dan tren terkini:
Model belanja bersama mengalami evolusi yang signifikan sejak masa kejayaannya di awal tahun 2010-an:

  1. Fokus pada ceruk pasar: Banyak platform belanja kolektif sekarang berfokus pada sektor-sektor tertentu, seperti perjalanan atau kuliner.
  2. Integrasi dengan model lain: Beberapa perusahaan telah mengintegrasikan elemen pembelian kolektif ke dalam model bisnis mereka yang ada, seperti marketplace dan situs cashback.
  3. Personalisasi: Penggunaan data dan kecerdasan buatan untuk menawarkan penawaran yang lebih relevan kepada konsumen.
  4. Pembelian bersama korporat: Beberapa perusahaan menggunakan model ini untuk mendapatkan diskon dalam pembelian berskala besar untuk karyawan mereka.
  5. Penjualan kilat: Penawaran berdurasi singkat dengan diskon signifikan, terinspirasi oleh model belanja kolektif.

Pertimbangan Hukum dan Etis:
Pembelian kolektif juga menimbulkan pertanyaan hukum dan etis, termasuk:

  1. Iklan yang menipu: Kekhawatiran tentang kebenaran diskon yang diiklankan.
  2. Perlindungan Konsumen: Pertanyaan tentang Pengembalian Dana dan Garansi untuk Produk dan Layanan yang Dibeli Melalui Pembelian Grosir.
  3. Tekanan terhadap usaha kecil: Kritik bahwa model tersebut dapat terlalu menekan usaha kecil untuk menawarkan diskon yang tidak berkelanjutan.

Kesimpulan:
As compras coletivas representaram uma inovação significativa no comércio eletrônico, oferecendo uma nova forma de conectar consumidores e empresas. Embora o modelo tenha enfrentado desafios e evoluído ao longo do tempo, os princípios fundamentais de poder de compra coletivo e descontos por volume continuam relevantes no cenário do e-commerce atual. À medida que o comércio eletrônico continua a evoluir, é provável que vejamos novas iterações e adaptações do conceito de compras coletivas, sempre buscando oferecer valor tanto para consumidores quanto para empresas.

Pembaruan E-Commerce
Pembaruan E-Commercehttps://www.ecommerceupdate.org
E-Commerce Update adalah perusahaan terkemuka di pasar Brasil, yang mengkhususkan diri dalam memproduksi dan menyebarluaskan konten berkualitas tinggi tentang sektor e-commerce.
BERITA TERKAIT

TINGGALKAN BALASAN

Silakan ketik komentar Anda!
Silakan ketik nama Anda di sini

Terbaru

PALING POPULER

[persetujuan_cookie_elfsight id="1"]