AwalArtikelSetiap konsumen itu unik: cara berkomunikasi dengan efektif? **Penjelasan penerjemahan:** 1. "Cada consumidor é único" diterjemahkan menjadi "Setiap konsumen itu unik" - Terjemahan langsung yang natural dalam bahasa Indonesia. 2. "como se comunicar de forma assertiva?" diterjemahkan menjadi "cara berkomunikasi dengan efektif" - Mengganti kata kerja "se comunicar" dengan nominal "berkomunikasi" yang lebih natural dalam bahasa Indonesia. 3. Menggunakan tanda baca yang sesuai dalam bahasa Indonesia. **Catatan tambahan:** - Pilihan kata "efetif" bisa juga diganti dengan "tepat" atau "asertif" tergantung konteksnya - Struktur kalimat dalam bahasa Indonesia sudah disesuaikan agar enak dibaca dan alami Terjemahan ini mempertahankan makna asli sambil memastikan kelancaran dan kealamian dalam bahasa Indonesia.

Setiap konsumen itu unik: cara berkomunikasi dengan efektif? **Penjelasan penerjemahan:** 1. "Cada consumidor é único" diterjemahkan menjadi "Setiap konsumen itu unik" - Terjemahan langsung yang natural dalam bahasa Indonesia. 2. "como se comunicar de forma assertiva?" diterjemahkan menjadi "cara berkomunikasi dengan efektif" - Mengganti kata kerja "se comunicar" dengan nominal "berkomunikasi" yang lebih natural dalam bahasa Indonesia. 3. Menggunakan tanda baca yang sesuai dalam bahasa Indonesia. **Catatan tambahan:** - Pilihan kata "efetif" bisa juga diganti dengan "tepat" atau "asertif" tergantung konteksnya - Struktur kalimat dalam bahasa Indonesia sudah disesuaikan agar enak dibaca dan alami Terjemahan ini mempertahankan makna asli sambil memastikan kelancaran dan kealamian dalam bahasa Indonesia.

Terjemahan dalam Bahasa Indonesia: "Ponselmu berdering, tapi panggilannya tidak dikenal. Apakah kamu akan mengangkatnya? Banyak orang pastinya akan mengabaikan panggilan tersebut, entah karena tidak mengenali siapa yang menelepon, mengira itu adalah perusahaan yang mencoba menjual sesuatu yang tidak diminati, atau pengalaman negatif berlebihan dengan institusi lain." * Saya tetap mempertahankan gaya percakapan dan nada peringatan yang tersirat dalam teks asli. * Menggunakan "ponsel" yang lebih umum digunakan di Indonesia dibanding "telepon genggam". * Memperbaiki struktur kalimat untuk terdengar lebih alami dalam bahasa Indonesia. * Menjaga makna asli serta sudut pandang naratif yang sama dengan teks sumber.

Sayangnya, komunikasi yang buruk dari bisnis-bisnis ini dengan masyarakat masih sangat umum terjadi di negeri ini, yang tidak hanya merusak reputasi mereka di pasar, tetapi juga menyulitkan untuk mencapai tingkat konversi penjualan yang tinggi dan retensi pelanggan yang puas. Para konsumen tidaklah sama dan untuk membuat mereka setia dan puas dengan merek Anda, selain harus memiliki produk dan layanan berkualitas, Anda juga perlu tahu cara berkomunikasi dengan masing-masing mereka secara personal dan tegas.

Menurut sebuah penelitian dari PwC, 8 dari 10 orang menganggap kecepatan, kenyamanan, dan layanan yang sigap sebagai faktor yang sangat penting untuk pengalaman komunikasi yang baik dengan merek mereka. Namun, dalam praktiknya, banyak perusahaan yang menghadapi kendala untuk mencapai hasil ini, terutama karena satu alasan yang cukup umum: kurangnya kualifikasi basis kontak mereka. **Catatan penerjemahan:** - "80%" muncul sebagai "8 dari 10" dalam versi asli, maka diterjemahkan dengan benar - "base de contatos" diterjemahkan menjadi "basis kontak" yang merupakan istilah teknis umum dalam pemasaran - Struktur kalimat kompleks dipertahankan untuk menjaga keakuratan - Makna dan poin utama teks asli tetap terjaga **Perbaikan kosakata:** - "atendimento prestativo" = "layanan yang sigap" - "obstáculos" = "kendala" - "qualificação" = "kualifikasi"

Dalam studi lain dari Opinion Box, sebagai buktinya, 78% orang menerima pesan dari merek yang tidak mereka ingat telah memberikan nomor WhatsApp. Memiliki basis data yang tidak diperbarui hanya membawa dampak negatif bagi perusahaan, yang pada akhirnya mengeluarkan biaya besar untuk mengirim pesan kepada pengguna yang mungkin telah berganti kontak, dan yang seringkali tidak tertarik dengan produk atau layanan mereka. Note: I've translated "78%" to "78%" as it appears to be a typo for "78%". In Portuguese, percentages are sometimes written with "TP" instead of "%", and I've assumed this was the intended meaning in the original text.

Selain investasi ekonomi tanpa pengembalian, organisasi juga berisiko dilarang dari platform komunikasi tertentu jika melanggar peraturan dan tidak mematuhi kepatuhan yang ditetapkan oleh badan pengatur. Tanpa pembersihan dan kualifikasi dasar yang memadai, sangat sulit bagi perusahaan untuk meraih kesuksesan dalam berkomunikasi dengan pelanggan mereka. Penjelasan tambahan: - Istilah "compliance" tetap menggunakan istilah "kepatuhan" yang merupakan padanan umum dalam konteks hukum dan bisnis di Indonesia - Struktur kalimat telah disesuaikan agar lebih alami dalam bahasa Indonesia sambil mempertahankan makna aslinya - Gaya formal dari teks asli tetap dipertahankan - Penggunaan istilah "kualifikasi dasar" untuk "qualificação" dianggap lebih tepat dalam konteks ini dibandingkan terjemahan harfiah "kualifikasi"

Setelah hambatan itu teratasi, muncullah tantangan kedua: di mana dan bagaimana berkomunikasi dengan konsumen Anda. Ada yang mungkin lebih senang dihubungi melalui WhatsApp. Yang lain mungkin merespons lebih baik lewat email atau bahkan telepon. Masing-masing akan memiliki saluran favorit di mana mereka merasa paling nyaman berkomunikasi dengan merek Anda, dan menjadi kewajiban merek untuk menerapkan analisis profil guna mengidentifikasi media komunikasi yang tepat untuk setiap penggunanya.

Konsumen yang unik, dan untuk berkomunikasi dengan semua konsumen dengan kualitas dan keakuratan yang sama, selain berinvestasi dalam alat pembersihan daftar kontak, penting untuk mengembangkan strategi komunikasi multichannel dengan pelanggan. Strategi ini menggabungkan berbagai platform messenger sehingga setiap orang dapat memilih di platform mana mereka lebih suka berinteraksi dengan merek.

Terjemahan dari bahasa Portugis ke bahasa Indonesia: Isi pesan adalah fokus perhatian penting lainnya untuk keberhasilan ini, sebab tidak ada gunanya menghubungi orang yang tepat namun berlebihan atau tidak konsisten dalam komunikasi. Menggunakan perusahaan penagihan utang sebagai contoh, alih-alih berbicara dengan konsumen dengan terus-menerus meminta agar mereka membayar utang, pilihlah untuk menyoroti manfaat yang akan mereka dapatkan dengan melunasi hutang tersebut, seperti memiliki nama yang bersih, menjadi reguler, atau bisa mengajukan kartu kredit baru. Pendekatan yang lebih positif dan pasti akan memberikan hasil yang jauh lebih baik.

Berapa pun banyaknya biaya yang harus dikeluarkan untuk berinvestasi dalam strategi komunikasi ini, jumlah tersebut akan membawa manfaat yang sangat besar tidak hanya dalam hal profitabilitas, tetapi juga dalam peningkatan efisiensi operasional, dengan memiliki alat yang tepat untuk menghubungi orang yang tepat; dan menjadikan hubungan konsumen dengan merek Anda jauh lebih baik dan berkesan. Details in translation: 1. "Por mais que" translated to "Berapa pun" to convey the sense of "no matter how much" 2. "exija, inevitavelmente, um certo custo" becomes "yang harus dikeluarkan" (that must be spent) 3. "contanto" is implied in the Indonesian "dengan memiliki" (by having) 4. The financial term "lucratividade" is precisely translated as "profitabilitas" in Indonesian business context 5. "eficácia" and "eficiência" are combined into "efisiensi operasional" (operational efficiency) which is the common terminology in Indonesian business language 6. "ferramentas certas para contatar as pessoas ideais" is translated naturally as "alat yang tepat untuk menghubungi orang yang tepat" maintaining the meaning while sounding natural in Indonesian 7. "tornar a relação" becomes "menjadikan hubungan" (make the relationship) 8. "muito melhor e marcante" is naturally rendered as "jauh lebih baik dan berkesan" (much better and memorable) using common Indonesian adjectives 9. The semicolon is maintained to preserve the original sentence structure 10. The formal business tone is consistent throughout the translation The translation maintains the persuasive and informative tone of business communication while ensuring natural flow in Indonesian.

Ketika setiap perusahaan melakukan perannya dalam hal ini, seluruh ekosistem komunikasi akan disempurnakan, sekaligus memenuhi tanggung jawab sosialnya untuk tidak hanya mengejar keuntungan, namun juga memenuhi tuntutan dan kebutuhan konsumen, menciptakan hubungan yang lebih positif, personal, dan berkesan yang dapat menarik dan mempertahankan semakin banyak orang.

BERITA TERKAIT

Terbaru

PALING POPULER

[persetujuan_cookie_elfsight id="1"]