Saat berbelanja online, Anda perlu memberikan informasi pribadi dan keuangan, seperti nomor kartu kredit, alamat, dan nomor CPF. Situs web tanpa enkripsi atau dengan keamanan yang lemah dapat mengekspos informasi ini kepada peretas dan membahayakan integritas pengguna. Dalam konteks ini, mengikuti beberapa panduan dapat membantu konsumen menjamin pengalaman belanja online yang aman. Memeriksa reputasi situs web, waspada terhadap tanda-tanda penipuan, dan menggunakan alat keamanan, seperti kartu kredit virtual, adalah beberapa tindakan tersebut.
Berikut enam tips untuk berbelanja dengan aman dan menghindari penipuan:
- Reputação perusahaan
Sebelum melakukan pembelian online, sangat penting untuk memeriksa reputasi perusahaan. Gunakan alat seperti Reclame Aqui dan media sosial untuk mencari keluhan potensial tentang toko tersebut. Saat mengetik nama perusahaan di mesin pencari, Anda dapat memperoleh gambaran umum tentang keandalannya. Banyak keluhan merupakan tanda peringatan.
- Penawaran yang tampaknya tak tertahankan
Jangan percaya pada penawaran yang terlalu menggiurkan. Diskon yang sangat tinggi, terutama jika dikombinasikan dengan opsi pembayaran seperti transfer bank, slip pembayaran atau Pix, merupakan tanda bahaya. Cara-cara pembayaran tersebut adalah yang disukai penipu. Selain itu, situs web penipuan biasanya menawarkan produk dengan harga jauh di bawah harga pasar. Dan halaman yang menyesatkan biasanya memiliki tata letak berkualitas rendah, dengan gambar, teks, dan warna yang tidak konsisten.
- Keamanan Situs
Sebelum memasukkan data pribadi atau kartu kredit, perhatikan keamanan teknologi situs web. Periksa apakah toko online dienkripsi, dengan mencari ikon gembok tertutup di sudut kiri atas layar, baik di desktop maupun perangkat seluler. Ikon tersebut menunjukkan bahwa situs tersebut aman. Untuk keamanan lebih lanjut, gunakan kartu kredit virtual yang ditawarkan oleh bank. Jika data kartu virtual dicuri, kartu tersebut tidak dapat digunakan lagi.
- Kombinasi indikator keamanan
Untuk memastikan sebuah situs aman untuk belanja, ketahui terlebih dahulu perusahaan tersebut, konfirmasi adanya gembok tertutup di samping URL situs, analisis pengalaman positif konsumen lain di media sosial, lihat apakah ada sedikit keluhan negatif, dan pastikan status registrasi NPWP dalam keadaan normal di Direktorat Jenderal Pajak.
Secara umum, perusahaan besar dan situs e-commerce Brasil terpercaya dan berinvestasi dalam teknologi dan keamanan, termasuk sistem anti-penipuan. Namun, banyak penipuan terjadi karena kecerobohan konsumen, yang akhirnya memberikan data mereka ke situs palsu setelah tergoda oleh diskon yang tidak realistis. Oleh karena itu, memperhatikan tips-tips ini sangat penting saat berbelanja online.
Sebagai penutup, perlu diingat: meskipun situs web tampak aman, risiko kebocoran data tetap ada. Perusahaan besar seperti Facebook, Google, Microsoft, dan Apple sudah mengalami masalah seperti ini. Oleh karena itu, menjaga data dan informasi pribadi Anda harus menjadi bagian dari perilaku Anda dalam setiap interaksi online.

